DAMPAK PEMBELAJARAN SENI BUDAYA TERHADAP MINIMNYA KETERSEDIAAN GURU SENI DI SMAN 6 BULUKUMBA

DOI: https://doi.org/10.26618/dyc2xb53

Authors

  • Ulfa Utami Riski Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Andi Baetal Mukaddas Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Muh Faisal Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Guru Seni, Minat Belajar, Prestasi Belajar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak keterbatasan ketersediaan guru seni terhadap pengetahuan, minat, dan motivasi belajar 33 siswa kelas XI IPA 7 di SMAN 6 Bulukumba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan angket, tes kognitif, dan tes praktik menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran siswa berada pada kategori sedang.

References

Abdul, H & Asep J. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo Ahmad, Z & Abdul,M. Pembelajaran Pendidikan

Aisyah, N. 2007. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Submata Pelajaran Seni Rupa di SMP N 10 Semarang. Skripsi Sarjana Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan edisi 2. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Bandi, dkk. 2009. Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama RI)

Dewobroto, B.T. 2005. Gaya Lukisan Anak-anak Sebagai Acuan Penciptaan Karya Seni Lukis. SURYA SENI Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni,1/2: 20

Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: Raja Grafindo

Hamdi. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam pendidikan.

Yogyakarta: Deepublisher

Kamsidjo, B. U. 2008. Pendidikan Seni Rupa Berbasis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan Pendekatan Ekspresi Bebas. Imajinasi Jurnal Seni,2/8:150.

Kussudiardjo, B. 1981. Tentang Tari. Yogyakarta: CV. Nur Cahaya.

Mohamad Surya. 2014. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung : Pustaka Bani Quraisy

Nursalam. 2003. Konsep dan penerapan metodologi penelitian. Jakarta: Salemba Medika

Purnomo. 2015. Pengembangan desain pembelajaran berbasis penilaian dalam pembelajaran matematika. Cakrawala Pendidikan

Setiawan, D. H. 2007. Pembelajaran Apresiasi Seni Rupa di SD Negeri II Mojorebo Wirosari Grobogan. Skripsi Sarjana Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Setyobudi dkk, 2007. Seni Budaya SMP kelas VII. Demak: Erlangga.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitarif, R & D. Bandung: Alfabeta

Sulasmono, P. 2007. Korelasi Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Pendidikan Seni Musik Siswa SMP N 2 Kecamatan Kayen

Kabupaten Pati. Skripsi Sarjana Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Syaiful, S. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta Syukur, Sugeng. DKK 2005. Peta Kompetensi Guru Seni, Bandung:

Asosiasi Guru-Dosen Bahasa dan Seni (AGDBS )

Tim Abdi Guru. 2007. Seni Budaya untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003

Undang-undang No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen

Utina, U. T. 2009. Pembelajaran Tari Berkonteks Tematik Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi di TK Pembina Singorojo Kabupaten Kendal. Harmonia Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni, 9/1: 1-82

Wayang M. M. 2017. Pengarh Latar Belakang Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Seni Budaya (online). (http://digilib.unila.ac.id/28289/3/skripsi%20tanpa%20bab%20pem bahasan

.pdf, diakses 26 Juni 2019)

Wiyanto, Asul. 2004. Terampil Bermain Drama. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia

Published

2014-04-28

How to Cite

DAMPAK PEMBELAJARAN SENI BUDAYA TERHADAP MINIMNYA KETERSEDIAAN GURU SENI DI SMAN 6 BULUKUMBA. (2014). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 4(1), 38-49. https://doi.org/10.26618/dyc2xb53

Issue

Section

Articles

How to Cite

DAMPAK PEMBELAJARAN SENI BUDAYA TERHADAP MINIMNYA KETERSEDIAAN GURU SENI DI SMAN 6 BULUKUMBA. (2014). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 4(1), 38-49. https://doi.org/10.26618/dyc2xb53