ESTETIKA SENI DEKORATIF MEDIA KERAMIK KARYA SISWA KELAS XII SMAN 6 TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN

DOI: https://doi.org/10.26618/y46h6g62

Authors

  • Madawati Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Irsan Kadir Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Roslyn Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Estetika, Media Keramik, Seni Dekoratif

Abstract

Pendidikan seni rupa, khususnya seni dekoratif media keramik, memiliki peran penting dalam membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan apresiasi estetika siswa. Namun, belum banyak kajian yang secara mendalam menelaah nilai-nilai estetika dalam karya seni siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap estetika dan karakteristik seni dekoratif media keramik karya siswa kelas XII SMAN 6 Takalar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya seni yang dihasilkan mencerminkan pemahaman estetika yang cukup baik, terutama dalam menerapkan prinsip estetika menurut Monroe Beardsley, yaitu kesatuan (unity), kompleksitas (complexity), dan intensitas (intensity). Setiap kelompok menampilkan kekhasan visual masing-masing. Karya kelompok 1 dan 2 menonjolkan motif bunga berwarna cerah dengan komposisi yang ekspresif. Sementara kelompok 3 dan 5 lebih naratif, menggambarkan suasana senja dan malam dengan gradasi warna dan siluet. Karya kelompok 4 menunjukkan keharmonisan bentuk dan hiasan dengan gaya visual yang anggun dan proporsional. Secara umum, karya siswa mengandung simbolisasi, stilisasi bentuk, warna kontras, serta tekstur yang diolah secara intuitif. Estetika menurut John Dewey juga tercermin dalam keterlibatan emosional siswa selama proses berkarya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan seni sebagai sarana ekspresi dan refleksi diri siswa melalui media keramik

References

Anggun, R. P. (2021). Analisis kreativitas seni dalam membuat kriya 3 dimensi dari barang bekas pada mata pelajaran SBDP (Seni Rupa) siswa kelas IV sekolah dasar (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Arnheim, R. (1974). Art and visual perception: A psychology of the creative eye. Berkeley: University of California Press.

Bastomi, S. (1992). Seni dan budaya. Semarang: IKIP Semarang Press.

Beardsley, M. C. (1981). Aesthetics: Problems in the philosophy of criticism (2nd ed.). Indianapolis: Hackett Publishing Company.

Collingwood, R. G. (1938). The principles of art. Oxford: Oxford University Press.

Dewey, J. (1934). Art as experience. New York: Minton, Balch & Company.

Eisner, E. W. (2002). The arts and the creation of mind. New Haven: Yale University Press.

Feldman, E. B. (1994). Practical art criticism. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Gautama, N. (2011). Keramik untuk hobi dan karir. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Gie, T. L. (2004). Filsafat keindahan. Yogyakarta: Pusat Belajar Ilmu Berguna.

Gustami, S. P. (2007). Butir-butir mutiara estetika timur: Ide dasar penciptaan seni kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasista.

Hasnawati, H. (2017). Instrumen penilaian karya seni rupa (kriya keramik). Jurnal Tanra, 4(2), 72–80.

Lowenfeld, V., & Brittain, W. L. (1987). Creative and mental growth (8th ed.). New York: Macmillan.

Munandar, U. (2012). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Pamadhi, H. (2012). Pendidikan seni di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Read, H. (1958). Education through art. London: Faber and Faber.

Read, H. (1965). The meaning of art. London: Faber and Faber.

Rogers, C. R. (1961). On becoming a person. Boston: Houghton Mifflin.

Rohidi, T. R. (2011). Metodologi penelitian seni. Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Sachari, A. (2002). Estetika: Makna, simbol dan daya. Bandung: Penerbit ITB.

Saputro, S. T., & Pardiman, P. (2012). Pengaruh disiplin belajar dan lingkungan teman sebaya terhadap prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan akuntansi angkatan 2009 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 10(1).

Soedarso, S. P. (2006). Trilogi seni: Penciptaan, eksistensi, dan kegunaan seni. Yogyakarta: ISI Yogyakarta Press.

Soepartono. (2009). Ornamen ukir kayu tradisional. Semarang: PT Effkar Offset.

Sumarsono, S., Sabri, I., & Suryandoko, W. (2024). Peningkatan kreativitas dalam pembelajaran seni budaya melalui pemanfaatan multimedia interaktif. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(2), 2071–2075. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i2.3712

Supangkat, J. (2006). Ikatan silang budaya: Seni serat Biranul Anas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Suryahadi, A. (2008). Seni kriya dan pengembangannya. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK.

Susanto, M. (2011). Diksi rupa: Kumpulan istilah dan gerakan seni rupa. Yogyakarta: DictiArt Lab.

Triyanto. (2014). Pengantar pendidikan seni. Semarang: UNNES Press.

Widagdo. (2001). Desain dan kebudayaan. Bandung: Penerbit ITB.

Yuliman, S. (2001). Dua seni rupa: Sepilihan tulisan Sanento Yuliman. Jakarta: Kalam.

Published

2021-04-28

How to Cite

ESTETIKA SENI DEKORATIF MEDIA KERAMIK KARYA SISWA KELAS XII SMAN 6 TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN. (2021). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 11(1), 45-63. https://doi.org/10.26618/y46h6g62

How to Cite

ESTETIKA SENI DEKORATIF MEDIA KERAMIK KARYA SISWA KELAS XII SMAN 6 TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN. (2021). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 11(1), 45-63. https://doi.org/10.26618/y46h6g62