ESTETIKA PATUNG IKAN CENTER POINT OF INDONESIA (CPI) MAKASSAR
DOI: https://doi.org/10.26618/rx2crb09
Estetika Patung, Identitas Kota, Seni Publik
Abstract
Patung sebagai karya seni rupa memiliki fungsi yang tidak hanya sebatas elemen dekoratif, melainkan juga sebagai media penyampai pesan dan simbol identitas suatu ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetika Patung Ikan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar melalui pendekatan teori estetika Herbert Read, yang menekankan pada tiga aspek utama, yaitu contour (bentuk), content (isi), dan context (tujuan). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bentuk, Patung Ikan di CPI Makassar menampilkan bentuk organik yang berpadu dengan elemen geometris, menghadirkan kesan dinamis, modern, dan monumental. Dari sisi makna atau isi, patung ini merepresentasikan identitas maritim Kota Makassar, di mana ikan melambangkan sumber kehidupan, kesuburan, dan budaya pesisir, sedangkan warna emas menyimbolkan kemakmuran, keagungan, serta kebanggaan masyarakat setempat. Sementara itu, dalam konteks pembangunannya, Patung Ikan berfungsi dan bertujuan sebagai landmark kawasan CPI yang tidak hanya memperindah ruang publik, tetapi juga menjadi daya tarik wisata, memperkuat citra Makassar sebagai kota maritim dengan visi global, serta mendukung pembangunan kawasan urban. Namun demikian, makna simbolik patung ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat karena minimnya informasi pendukung dan sosialisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan Patung Ikan CPI Makassar tidak hanya memperkaya visual ruang kota, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas lokal apabila dimaknai, dipahami, dan dilestarikan secara lebih mendalam oleh masyarakat.
References
Geertz, C. (1976). Art as a Cultural System. The Russian Sociological Review, 9, 31–54. https://doi.org/10.2307/2907147
Kinoshita, Y. (1997). Art and society: a consideration of the relations between aesthetic theories and social commitment with reference to Katherine Mansfield and Oscar Wilde.
Oyinloye, Michael Abiodun, Ijisakin, E., & Babatunde, S. (2020). Art and the Environment: Appraising Aesthetics Values of Visual Arts in Lagos.
Patriansah, Mukhsin. (2021). Analisis Estetika pada Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga.
Besaung : Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 5(1). https://doi.org/10.36982/jsdb.v5i1.1467
Read, H. (2017). The Meaning of Art: Faber Modern Classics. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=6MtgjwEACAAJ
Samsun, Meysem. (2017). The Issue of “Space” in the Art of Sculpture. Idil Journal of Art and Language, 6, 1283–1298. https://doi.org/10.7816/IDIL-06-32-08
Setiawan, Samhis. (2022). “Seni Patung” Pengertian dan (Jenis-Fungsi-Bentuk-Teknik).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 2021

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
<a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><img alt="Creative Commons License" style="border-width:0" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" /></a><br />This work is licensed under a <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.









