KERAJINAN TANGAN MINIATUR RUMAH ADAT WARGA BINAA LEMBAGA PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B KABUPATEN ENREKANG)

DOI: https://doi.org/10.26618/3mme9w45

Authors

  • Irwan Mustafa Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Andi Baetal Mukaddas Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Makmum Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Faktor Pendukung dan Penghambat, Lembaga Pemasyarakatan, Miniatur Rumah Adat

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini yaitu bagaimanakah proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang terhadap warga binaannya, dan apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kerajinan   tangan   miniatur   rumah   adat   adalah   dengan   teknik, observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, proses pembinaan yang di lakukan di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang dilakukan dengan efektif dengan cara perencanaan kegiatan pembinaan, memberikan materi pembinaan, metode dan media pembelajaran dan pelaksanaan pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Proses pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang di lakukan dengan beberapa tahap (1) proses penentuan desain (2) persiapan bahan dan alat (3) proses pembuatan miniatur rumah adat. Adapu yang menjadi faktor pendukung dalam proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Enrekang yaitu (1) bahan baku yang digunakan tidak sulit untuk diperoleh (2) alat yang digunakan masih sederhana (3) minat Masyarakat menjadi salah satu pendukung dalam pembuatan kerajinan. Sedangkan faktor penghambat dalam proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Enrekang yaitu (1) faktor permodalan (2) fasilitas dan tempat produksi yang belum memadai (3) masih kurangnya tenaga pembina pemasyarakatan yang ahli dalam bidang kerajinan.

References

Asmujo. 2000 “Dilema Pendidikan Kriya” dalam Refleksi Seni Rupa Indonesia: Dulu, Kini dan Esok. Penyunting Baranul Anas dkk. Jakarta: Balai Pustaka

Bahari, Nooryan 2008. Kritik Seni. Yogyakarta: PUSTAKA BELAJAR.

Bastomi, S. 2003. “Seni Kriya.” Buku Ajar. Semarang: Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa.

Dirdjosisworo, Soedjono. 1984. Sejarah dan Azas Azas Penologi. Bandung : CV. ARMICO.

Ernie dan Kurniawan. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Kencana. Guntur. 2005. Keramik Kasongan. Solo: Bina Cipta Pustaka.

Gustami Sp. 1991. “Seni Kriya Indonesia Dilema Pembinaan dan Pengembangan", SENI: Jurnal Pengetahuan dan Pencitaan Seni. 1/03 - Oktober 1991, B.P ISI Yogyakarta.

Jumiati. 1995. Peran Lembaga Pemasyarakatan Dalam Pembinaan dan Bimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan untuk Mencapai Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta: IKIP.

Kadjim, 2011. “Tinjauan Seni Rupa.” Semarang: Jurusan Seni Rupa, Seni Universitas Negeri Semarang.

Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor: M.01.PR.07.03 Tahun 1985, pasal 4 ayat 1 tentang Organisasi Dan Tata Letak Lembaga Pemasyarakatan

Kurniawan, Adi Febriana (2015). “Kerajinan Anyaman Bambu Di Banjarwaru, Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah.” Makassar: Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar

Moeljatno. 1987. Azaz-azaz Hukum Pidana. Jakarta: Bina Aksara.

Moleong, Lexi J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nugroho, Adhi. 1999. "Kriya Indonesia, Sebuah Wilayah Sumber Ispirasi yang Tak Terbatas" dalam Konperensi Kriya "Tahun Kriya dan Rekayasa 1999". Institut Teknologi Bandung, 26 November 1999.

Nur, Amri (2013) “Proses Pembuatan Kerajinan Kurungan Ayam Di Desa Bantimurung Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep.” Makassar: Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar

Panjaitan, Petrus I. 1995. Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektif Sistem Pemasyarakatan. Yogyakarta: Liberty.

Priyatno. 2006. Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia. Bandung: PT Refika Aditama.

Ria, Fransiska (2012). “Kerajinan Anyaman Tikar Bidai di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Kalimantan Barat.” Makassar: Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar

Rondhi, Moh. 2002. “Tinjauan Seni Rupa1.” Buku Ajar. Semarang: Jurusan Seni Rupa, Seni Universitas Negeri Semarang.

Safruddin, Cepi Dan Arukunto Suharsimi 2019. Evaluasi Program Pendidikan.

Terbitan : Bumi Aksara 2009.

Suharso dkk. 2009. Kamus Besar bahasa Indonesia. Semarang: CV Widya Karya,.

Sujatno, Adi. 2008. Pencerahan di Balik Penjara. Bandung: PT. Mizan Publika. Syamsuri Sukri, dkk. 2004. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: Panrita Pers Teguh, Muhammad. 2005. Metodologi Penelitian Ekonomi Teori dan Aplikasi.

Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tim Peyusun Cetak Biru . 2013 .Cetak Biru Kegiatan Kerja Narapidana. Jakarta: Direktorat Jendral Pemasyarakatan.

Triyanto. 2007. Estetika Barat. Semarang: Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang.

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

KERAJINAN TANGAN MINIATUR RUMAH ADAT WARGA BINAA LEMBAGA PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B KABUPATEN ENREKANG). (2026). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 1(2), 18-34. https://doi.org/10.26618/3mme9w45

Issue

Section

Articles

How to Cite

KERAJINAN TANGAN MINIATUR RUMAH ADAT WARGA BINAA LEMBAGA PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B KABUPATEN ENREKANG). (2026). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 1(2), 18-34. https://doi.org/10.26618/3mme9w45