ANALISIS PENGARUH TINGKAT INTENSITAS CURAH HUJAN TERHADAP PARAMETER KEJUT KAPILER PADA JENIS TANAH YANG BERBUTIR HALUS

Huswan Wahyullah, Nur Indah Epira, Darwis Panguriseng

Abstract


Menurut Darwis 2018 kejut kapiler adalah fenomena penurunan muka air tanah diawal musim penghujan. Fenomena yang muncul adalah pada saat awal musim hujan justru air tanah jenuh permukaan  mengalami penurunan atau dehidrasi. Penurunan muka air tanah diawal musim penghujan ini tentu merugikan masyarakat sebagai pengguna air tanah untuk pemenuh kebutuhan air  konsumtif maupun kebutuhan pertanian dan perkebunan. Kejut kapiler memiliki dua parameter yang dapat diukur yaitu tinggi kejut kapiler dan waktu kejut kapiler sehingga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh tingkat intensitas curah hujan dengan menguji tingkat intensitas curah hujan I5,I15,danI25 terhadap waktu kejut kapiler dan tinggi kejut kapiler pada tiga jenis tanah berbutir halus. Penelitian ini dimulai dengan pengambilan sampel lapangan kemudian diuji di laboratorium untuk mengklasifikasikan tiga jenis tanah berbutir halus yang akan digunakan, kemudian dilanjutkan dengan pehitungan curah hujan dari data stasiun curah hujan terdekat dari lokasi pengambilan sampel tanah.  Selanjutnya penelitian model dilakukan di Desa Lonjoboko Kabupaten Gowa menggunakan alat model simulasi kejut kapiler yang didesain berdasarkan pengembangan dari penelitian lapangan. Akhir penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat intensitas curah hujan dan karakteristik tanah sangat mempengaruhi fenomena kejut kapiler.

Keywords


Kejut kapiler, waktu kejut kapiler, tinggi kejut kapiler, intensitas curah hujan.

Full Text:

PDF

References


Asdak, C. 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Bambang Triadmojo, 2008. Hidrologi Terapan . Yogyakarta. Beta Offset.

Das, Braja M.,Endah, Noor. Dan Mochtar, Indrasurya B. 1998. Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknik)-Jili I,. Erlangga, Jakarta.

Darwis et al, 2014 Pengaruh Jumlah Bambu-Rongga Sebagai Alat Pengimbuh Terhadap Durasi Kejut Kapiler Dan Waktu Pemulihan Muka Air Tanah Pada Periode Awal Musim Penghujan.

Darwis. 2015. Fenomena Kejut Kapiler Air Tanah pada Lahan Pengguna Irigasi Air Tanah di Takalar. Dalam: Seminar Nasional FGDT-PTM se-Indonesia.

Darwis, 2017 dan 2018. Pemodelan Fondasi Sumur Resapan Untuk Recovery Air Tanah Dan Pencegahan Intruksi Air Kedalam Lapisan Tanah Pada Lahan Pertanian Palawija Di Daerah Pesisir Pantai Kabupaten Takalar.

Darwis, 2017. Teknologi Konserfasi Air Tanah Dangkal Berbasis Potensi Lokal Dengan Bambu Sebagai Alat Pengimbuh Laporan Hasil Penelitian Unggula Perguruan Tinggi (PUPT), oktober 2017.

Darwis, 2018. Pengelolaan Air Tanah., Pena Indris. Nyutran MG. Yogyakarta.

Darwis, 2018. Kejut Kapiler Pengaruh Jumlah Bambu-Rongga Sebagai Alat Pengimbuh Terhadap Durasi Kejut Kapiler Dan Waktu Pemulihan Muka Air Tanah Pada Periode Awal Musim Penghujan.

Gumbel, E. J. 1941. The Return Period Of Flood Flows. Ann. Math. Statist.

Salman, Husnul Fatimah,2021. Studi Pengaruh Intensitas Curah Hujan Terhadap Waktu Kejut Kapiler Pada Tanah Granuler. Jurnal Ilmiah Hydro Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Makassar.

Terzaghi, K . and Peck, R.B., 1948, Soil Mechanic in Engineering Practice, Wiley, New Yoork.

Wesley, Laurence D. (2012). Mekanika Tanah Untuk Tanah Endapan dan Resiu. Yogyakarta.

Muhammad Hamzah Syhruddin, 2013. Perubahan Muka Air Tanah Daerah Cekungan Air Makassar (CAM). Jurnal Teknik Sipil Universitas Hasanuddin Makassar.

Putu Sintayani Buana Wiyanti Dan R.Suyarto, 2019.Agreoekoteknologi Tropika. Aplikasi Sistem Informasi Geografi Untuk Kajian Fluktuasi Muka Air Tanah Dan Karakteristik Akuifer di Kawasan Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Fakultas Pertanian Universitas Udayana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 ECOSPHERE