Dinamika Psikologis Mahasiswa Indonesia Dalam Menjalani Studi Di Thailand: Studi Kasus Fenomenologis
DOI: https://doi.org/10.26618/jkperc33
Abstract
AbstrakMahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri menghadapi berbagai tantangan akademik dan non-akademik yang dapat memengaruhi kondisi psikologisnya. Salah satu pengalaman psikologis yang sering muncul adalah kesepian, terutama pada mahasiswa yang menjalani studi jauh dari keluarga dan lingkungan asal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika psikologis mahasiswa Indonesia dalam menjalani studi di Thailand dengan fokus pada pengalaman kesepian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Thailand. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian dimaknai sebagai pengalaman yang dinormalisasi oleh subjek sebagai bagian dari proses adaptasi, namun tetap diiringi dengan kebutuhan akan relasi sosial dan dukungan emosional. Subjek juga menunjukkan adanya ambivalensi emosional serta strategi koping melalui komunikasi dengan keluarga. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di luar negeri.
Kata Kunci: Kesepian, Mahasiswa Internasional, Studi Fenomenalogis, Bimbigan dan Konseling
Abstract
Students who pursue higher education abroad face various academic and non-academic challenges that may affect their psychological well-being. One psychological experience that frequently emerges is loneliness, particularly among students who study far away from their families and home environments. This study aims to explore the psychological dynamics of Indonesian students studying in Thailand, with a specific focus on the experience of loneliness. This research employed a qualitative approach with a phenomenological design. The research participant was an Indonesian student currently enrolled in a university in Thailand, selected purposively based on the relevance of their experience to the research focus. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that loneliness was perceived as a normalized experience and an integral part of the adaptation process. However, it was also accompanied by a strong need for social relationships and emotional support. The participant demonstrated emotional ambivalence and utilized coping strategies through communication with family members. These findings are expected to contribute to the development of guidance and counseling services that are empathetic and responsive to the psychological needs of Indonesian students studying abroad.
Keywords: loneliness, international students, phenomenological study, guidance and counseling






