FITOREMEDIASI LIMBAH DOMESTIK (Detergent) MENGGUNAKAN ECENG GONDOK(Eichorniacrassipes)UNTUKMENGATASI PENCEMARANLINGKUNGAN

Nurfadillah Nurfadillah, Nur Afia Awaliya B, Nurinsa Nurinsa

Abstract


Pencemaran lingkungan dan pengerukan kekayaan alam secara terus-menerus untuk memenuhi kepuasan hidup masyarakat tidak dapat dihindari sebab kebutuhan akan Sumber Daya Alam akan terus mengalami peningkatan, jika hal ini terus terjadi maka dimasa yang akan datang Sumber Daya Alam akan musnah, sehingga untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan pencegahan dan pembaruan Sumber Daya Alam. Limbahcairdomestik (detergent) yang pada umumnya digunakan masyarakat cenderung tidak ramah lingkungan, sehingga harus dilakukan pengelolaan sebelum dibuang kebadan air. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tahapan dari berbagai proses fitoremediasi sehingga masyarakat dapat menerapkan sistem fitoremediasi untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan serta untuk mengetahui massa Eceng gondok (Eichornia crassipes) 50 gram,100 gram dan150 gram terhadap BOD dan pH dalam fitoremediasi limbah cair domestik (Detergent). Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan. Parameter yang dianalisis dalam Artikel ilmiah ini adalah BOD dan pH menggunakan analisis grafik. Hasil akhir artikel ilmiah ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan BOD yang tidak stabil sedangkan pada pH mengalami penurunan yang signifikan dengan rentang penurunan pH selama 7 hari pada limbah cair domestic dengan perlakuan massa Ecenggondok 150 gram ialah 9,1-8,18 mengalami penurunan yang lebih besar jika dibandingkan dengan limbah cair domestic tanpa perlakuan Eceng gondok yang memiliki rentang penurunan pH yaitu 9,3-8,86. Artikel ilmiah ini membuktikan bahwa setelah dilakukan fitoremediasi limbah cair domestic telah memenuhi baku mutu air limbah yang dapat dibuang kebadan air.

 

Kata Kunci :Eceng Gondok (Eichornia crassipes, Fitoremediasi, Limbah Cair Domestik (Detergent)


Full Text:

PDF

References


Aini, F. N. Dan Nengah, D. K. 2013. Pengaruh Penambahan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotusostreatus). Jurnal Sains dan Seni Pomits. Vol. 2, No. 2. Hal. 116. http://www.ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni/article/view/3740. Diakses pada 2 Mei 2017 pukul 11:27 Wita.

Argita, D. dan Mangkodihardjo S. 2016. Fitoremediasi Tanah Inceptisol Trecemar Limbah Laundry dengan Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus L.). Jurnal purifikasi,Vol. 16, No. 1. Hal. 34. http://purifikasi.net/index.php/purifikasi/article/view/75/0. Diakses pada 26 April 2017 pukul 13:02 Wita.

Bahri, S. 2014. Model Penelitian Kuantitatif Berbasis SEM-Amos. Yogyakarta. Deepublish

Djamin, D. 2007. Pengawasan dan Pelaksanaan Undang-undang Lingkungan Hidup Suatu Analisis Sosila. Jakarata. Buku Obor.

Ediyanto, dkk. 2012. Efektifitas Degradasi Surfaktan dengan Bakteri Pseudomonas putida. Jurnal Ilmiah Satya Negara Indonesia. Vol. 5, No. 1. Hal.39.http://portal.kopertis3.or.id

/bitstream/123456789/960/1/Jurnal%20Satya% 20Negara%20Indonesia%20Vo.%205%20No.1.pdfDiakses pada 19 Mei 2017 pukul 09:30 Wita.

Faishal, A. 2016. Hukum Lingkungan Pengaturan Limbah dan Paradigma Industri Hijau. Yogyakarta. Pustaka Yustisia.

Hanafi, S. dan Jumri, P. 2012. Konsentrasi Nutrien di Saluran Pembuangan Kota Makassar: Sebuah Survei Awal. Jurnal Sainsmet. Vol. I, No. 1. Hal. 70. http://ojs.unm.ac.id/index.php/sainsmat/article/view/461. Diakses pada 28 April 2017 pukul 14:05 Wita.

Hermawati, E. dkk. 2005. Fitoremediasi Limbah Detergent Menggunakan Kayu Apu (Pistia stratiotes L.) dan Genjer (Limnocharis flava L.). BioSMART. Vol 7 No.2. Hal. 117.http://biosmart.mipa.uns.ac.id/index.php/biosmart/artic

le/viewFile/9/10. Diakses pada 6 juli 2017 pukul 06:04 Wita.

Junaedi, AF dan Hasanah, U. A. 2014. Penyuluhan tantang Penanganan Limbah Rumah Tangga. Jurnal Inovasi dan Kewirausahhaan. No. 2 Vol. 3. Hal 113. http://jurnal.uii.ac.id/index.php/ajie/article/view/7816/6797. Diakses pada 19 Mei 2017 pukul 11:22 Wita.

Muhajir, M. S. 2013. Penurunan Limbah Cair BOD dan COD Pada Industri Tahu Menggunakan Tanaman Cattail (Typha Angustifolia) dengan Sistem Constructed Wetland. Skripsi Online. Hal. 2. http://lib.unnes.ac.id/18265/1/4350408054.pdf. Diakses pada 18 Juni 2017 pukul 05:35 Wita.

Priadie, B. 2012. Teknik Bioremediasi Sebagi Altrenatif dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Air. Jurnal Ilmu Lingkungan. Vol. 10 No. 1. Hal 39. https://www.google.com/search?tbm=bks&hl=id&q=penurunan+zat+pencemar+dalam+air#hl=id&tbm=bks&q=pern+mikroba+dalam+penurunan+zat+pencemar+dalam+air+jurnal. Diakses pada 18 Juni 2017 pukul 05:01 Wita.

Rahimah, Z. dkk. 2016. Pengolahan Limbah Deterjen dengan Metode Koagulasi-Flokulasi Menggunakan Koagulasi Kapur dan PAC. Konversi. Vol. 5 No. 2. Hal. 13. https://www.google.co.id/?gws_rd=cr&ei=GEYeWdXLCJaWvQShm5TYBA#q=jurnal+limbah+deterjen. Diakses pada 19 Mei 2017 pukul 10:57 Wita.

Razikin, R. K. 2015. Uji Tanaman Bayam (Amaratus tricolor) dan Rumput Gajah (Pennisetum purpereum) sebagai agen Fitoremediasi Pada Tanah Tercemar Logam Pb dan Cd. Hal. 9. Skripsi Tidak Diterbitkan. Jember Universitas Jember Fakultas Pertanian.

Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 tentang Kebijakan Pengendalian Pencemaran Air. Jakarta. Sekretariat Negara.

Rondonuwu, S. B. 2014. Fitoremediasi Limbah Merkuri Menggunakan Tanaman dan Sistem Reaktor. Jurnal Ilmiah Sains. Vol. 14, No.1. Hal. 52. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JIS/article/view/4951. Diakses pada 28 April 2017 pukul 08:23 Wita.

Sitompul, D. F. dkk. 2013. Pengolahan Limbah Cair Hotel Aston Braga City Walk dengan proses Fitore[pmediasi Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok. Jurnal Institut Teknologi Nasional. Vol .1 No. 2 .Hal 1. http://jurnalonline.itenas.ac.id/index.php/lingkungan/article/view/346/396. Diakses pada 2 Mei 2017 pukul 11:09 Wita.

Simanjuntak, B. A dan Sosrodihardjo, S. 2014. Metode Penelitian Sosial. Jakarta. Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Stefhany, C. A. dkk. 2013. Fitoremediasi Phosfat dengan Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) pada Limbah Cair Industri Kecil Pencucian Pakaian. Jurnal Institut Teknologi Nasional. No. 1 Vol.1. Hal 2 dan 10. http://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/lingkungan/article/viewFile/137/623. Diakses pada 2 Mei 2017 pukul 07:32 Wita.

Tanzerina, N. dkk. 2013. Studi Adaptasi Anatomi Organ Vegetatif Neptunia oleraceaenLour Hasil Seleksi Lini pada Fitoremediasi Limbah Cair Amoniak. Prosiding Seminar FMIPA Universitas Lampung. Hal 165. http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/semirata/article/view/603/423. Diakses pada 7 Mei 2017 pukul 19:50 Wita.

Wendyartaka, A. 2016. Air Sungai Di Indonesia Tercemar Berat. http://print.kompas.com/baca/2016/04/29/Air-Sungai-di-Indonesia-Tercemar-Berat. Diakses pada 21 Juli 2017 pukul 07:32 Wita.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.