PEMETAAN RANTAI NILAI RUMPUT LAUT (SEAWEED VALUE CHAIN MAPPING) BERPERSPEKTIF GENDER DI KABUPATEN TAKALAR, MAROS, PANGKEP DANBARRUSULAWESI SELATAN, INDONESIA

Syafiuddin Syafiuddin, Abdul Malik

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya nilai tambah, distribusi serta peran pelaku usaha  di sepanjang rantai nilai komoditi rumput laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan selama 2 bulan. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, FGD dengan stakeholders rumput laut di lokasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas utama pada pengelolaan rumput laut di awali oleh pra produksi berupa penyediaan alat budidaya dan pembibitan, yang dilanjutkan dengan aktifitas produksi (merangkai bibit, penanaman, pemeliharaan, panen, pengeringan penyortiran). Kegiatan tersebut umumnya dilakukan oleh petani sendiri yang sebagian besar laki-laki, kecuali pada saat merangkai bibit yang dilakukan perempuan. Pada rantai ini terdapat kemungkinan petani memperoleh nilai tambah dari kegiatannya seperti menyediakan alat, melakukan pembibitan sendiri baik secara  induvidual maupun kolektif dan pada distribusi rumput laut sampai ke eksportir. Pada setiap tahap kegiatan pengelolaan rumput laut terdapat nilai tambah yang dapat diperoleh pelaku usaha, seperti pembibitan sekitar Rp 2660/ kg, aktifitas budidaya dengan nilai tambah Rp 2500/kg, aktifitas pengumpul Rp 750/kg, pedagang besar Rp 140/kg dan aktifitas pengolahan skala rumah tangga dengan nilai tambah bervariasi sesuai jenis kegiatan. Aktifitas pengolahan skala rumah tangga yang dikelola perempuan secara komersial sudah mulai berkembang, tetapi memerlukan waktu agar terbentuk menjadi kegiatan usaha mandiri  dan  menguntungkan. Oleh karena itu perlu di dorong dengan program yang lebih terarah sehingga tumbuh gairah baru dalam bentuk kegiatan yang kreatif dan inovatif.

Keywords


rantai nilai, rumput laut, pemetaan, gender

References


Adnan, H., & Porse, H. 1987. Culture of Eucheuma cottonii and Eucheuma spinosum in Indonesia. Hydrobiologia, 151(1), 355-358.

Andriesse, E., & Lee, Z. 2017. Viable insertion in agribusiness value chains? Seaweed farming after Typhoon Yolanda (Haiyan) in Iloilo Province, the Philippines. Singapore Journal of Tropical Geography, 38(1), 25-40.

Anonim. 2015. Data Produksi Rumput Laut di Sulawesi Selatan, Dinas PerikanandanKelautanProvinsi Sulawesi Selatan.

Aslan, L.M. 1998 Budidaya Rumput Laut, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Abdullah,N. 1999. Rumput Laut Makanan Sehat Keluarga, Makassar: Universitas Hasanuddin

BPS Sulsel, 2014 Sulawesi Selatan dalam Angka Tahun 2014, Makassar: Kantor BPS Sulawesi Selatan.

Ditjen Perikanan Budidaya. 2005. Profil Rumput Laut Indonesia, Jakarta: Departem Kelautan dan Perikanan.

Elizabeth, R. 2015. Peran ganda wanita tani dalam mencapai ketahanan pangan rumah tangga di pedesaan. Iptek Tanaman Pangan, 3(1).

Faraz, N.J,. 2013. Penelitian Perspektif Gender , Makalah. Fakultas ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

Futatsugi, S. 2001. Characteristics and problems of agribusiness for rural development in Japan. Rural-Based Food Processing Industry In Asia, 6.

Hikmah, H. 2015. Strategi Pengembangan Industri Pengolahan Komoditas Rumput Laut e. Cotonii untuk Peningkatan Nilai Tambah Di Sentra Kawasan Industrialisasi. Jurnal kebijakan sosial ekonomi kelautan dan perikanan, 5(1), 27-36.

Irmayani, S. Y., & Arsyad, M. 2015. Increasing Farmer’s Income with Production of Seaweed Eucheuma cottonii sp. Advances in Economics and Business, 3(3), 83-92.

Khotimah, K. 2009. Diskriminasi gender terhadap perempuan dalam sektor pekerjaan. Yin Yang, 4(1), 158-180.

Muthalib, A. A., Putra, A., Nuryadi, A. M., & Afiat, M. N. 2017 Seaweed Business Conditions And Marketing Channels in Coastal District of Southeast Sulawesi. The International Journal of Engineering and Sciences Vol 6 , 10 p. 35-41

Pandelaki, L. 2012. Strategi pengembangan budidaya rumput laut di pulau Nain Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 8(2), 52-57.

Puspitasari, N., Puspitawati, H., & Herawati, T. 2013. Peran Gender, Kontribusi Ekonomi Perempuan, dan Kesejahteraan Keluarga Petani Hortikultura. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 6(1), 10-19.

Sarinah, S., & Djatna, T. 2015. Analisis strategi penanganan risiko kekurangan pasokan pada industri pengolahan rumput laut: kasus di Sulawesi Selatan. Agritech, 35(2), 223-233.

Sudarta, W. 2007. Peranan Wanita dalam Pembangunan Berwawasan Gender. Jurnal Studi Jender SRIKANDI, 3(1).

Suradisastra, K. 2016. Perspektif keterlibatan wanita di sektor pertanian. In Forum penelitian Agro Ekonomi (Vol. 16, No. 2, pp. 1-9).

Syafiuddin, S., & Jahi, A. 2007. Hubungan Karakteristik Individu dengan Kompetensi Wirausaha Petani Rumput Laut di Sulawesi Selatan. Jurnal Penyuluhan, 3(1).

Sulaeman, S. 2015. Pengembangan usaha kecil dan menengah dalam menghadapi pasar regional dan global. Infokop, 12(25).

Tim PSG STAIN Pekalongan. 2010 Peran Perempuan di Sektor Pertanian (Studi Perempuan Petani Tebu Kecamatan Sragi Pekalongan, Muwazah Vol 2 No 1, Juli 2010


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter