KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN PLANKTON PADA TAMBAK BUDIDAYA CALON INDUK UDANG WINDU (Penaeus monodon)

Sahabuddin Sahabuddin, Hidayat Suryanto Suwoyo

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kelimpahan jenis serta indeks biologi plankton pada tambak budidaya calon induk udang Windu. Penelitian ini dilaksanakan selama 128 hari dengan menggunakan 4 petak tambak ukuran 2000 m2.  Hewan uji yang dicobakan adalah  calon induk udang windu dengan berat awal 22,63 - 28,57 g/ekor dengan kepadatan masing-masing 0,5 ekor/m2. Terdapat 2 petak perlakuan yang dicobakan dalam penelitian tersebut, yakni : perlakuan A = calon induk udang Windu turunan F1 dan perlakuan B = calon induk udang windu turunan Fo masing-masing 2 ulangan. Peubah yang diamati adalah komposisi dan kelimpahan jenis, indeks keragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi  plankton setiap dua minggu.  Peubah kualitas air yang diukur meliputi oksigen terlarut, suhu, salinitas, pH, NH3-N, NO2-N, NO3-N, PO4-P, alkalinitas dan BOT. Hasil penelitian menunjukkan jumlah jenis plankton dari fitoplankton lebih tinggi di bandingkan dengan zooplankton, baik pada perlakuan A maupun perlakuan B. Jumlah jenis zooplankton pada perlakuan A lebih tinggi daripada perlakuan B yaitu masing-masing 30 dan 25 genera. Jumlah individu plankton  lebih tinggi pada perlakuan B dibandingkan dengan perlakuan A masing-masing 326 dan 214 ind/L, sedangkan jumlah individu zooplankton lebih tinggi dibandingkan dengan fitoplankton pada perlakuan F1 dan Fo. Keragaman jenis plankton pada perlakuan F1 dan Fo adalah berkisar 1,4390 - 1,3298, keseragaman F1 adalah  0,3945 lebih rendah dari pada Fo yaitu 0,7843.  Sedangkan dominansi pada F1 dan Fo relatif sama masing-masing 0,3117 dan 0,3532.

Keywords


Komposisi, kelimpahan, plankton, calon induk udang windu, tambak

References


Amin,M., S. Amini dan Suwardi. 1994. Pengaruh beberapa jenis pupuk dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu, Penaeus monodon pada bak tewrkontrol. Risalah Seminar Hasil Penelitian Budidaya Pantai. Hal 43-49.

Amin, M. 2010. Dinamika plankton pada budidaya udang windu (Penaeus monodon Fabricius) yang menggunakan jenis pupuk organik di tambak. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Hal. 837-844.

Anonim, 2015. Kelautan & Perikanan Dalam Angka. Pusat data & Statistik & Informasi Kementerian Kelautan & Perikanan 2015. 308. Hlm.

APHA (AmericanPublic Health Association) 2005. Standard method for examination of water and waste water. APHA, 800 I Street, New York. p.10-167.

Basmi. J., 2000. Planktonologi : Plankton Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Perairan Bogor. 60 hlm.

Boyd, C.E., 1990. Water quality in pond for aquaculture. Alabama Agriculural Experiment Station Auburn Uniersity. Brimington Publishing Co. Alabama.

Dawes, C. J., 1981. Marine Botany A Willey Interscience Publ. 628 pp.

Effendi, H., 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Kelautan, IPB. Bogor.

Lagendre, L. and Lagendre. P.1983. Numerical Ecology. Elsiver Scientific Publ. Co. New York. p.419.

Mackenthum, K.M. 1969. The Practice of Water Pollution Biology. Unied States Departemen of Interior. Federal Water Pollution Control Administration Devision of Technical Support.

Masnawati, 2004. Studi Kelayakan Kualitas Air Sungai Laggoppo Aspek Fisika dan Kimia untuk Keperluan Tambak di Desa Data Kecamatan Mare Kabupaten Bone. Skripsi. Jurusan Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI Makassar.

Masson, C.V., 1981. Biology of Water Pollution. Longman Scientific and Technical Longman Singapore Publisher Ptc. Ltd. Singapore. p..351.

Neell, G.E. and Newell. R.C. 1977. Marine Plankton a Practical Guide 5 th. Edition.Hutchinson of London. 244p.

Odum, E.P., 1971. Fundamenal Ecology. Third Edition. W.B. Saunders, Co. Philadelphia. London. p..574.

Odum, E. P. 1996. Dasar-Dasar Ekologi (Edisi Indonesia, edisi 3). Translation copyright by Gadjah Mada Univesity Press. Yokyakarta. 697

Pescod, M.B. 1973. Investigation of rational effluent and standard for tropical countries. Environmental Engineering Division. AIT Bangkok. 59 hal.

Pirzan, A.M. 2008. Peubah Kulaitas air yang Berpengaruh Terhadap Plankton di Tambak Tanah Sulfat Masam Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Hasil Perikanan. Hal.363-373.

Praseno, D. P., 1976. Kesuburan Perairan Indonesia. Pewarta Ocean. LON-LIPI Jakarta. Tahun 3, No. 3. Hal : 7-12.

Raynolds, C.S., Tundisi, J.G and Hino, K. 1984. Observation on a Metalimnetic Phytoplankton Population in A Stably Stratiffied Tropical Lake. Arch. Hydrobyol. Argentina, 97 : 7 – 17.

Sachlan, 1972. Planktonology. Correspondence Course Centre. Jakarta.

Setyamidjaya, D.M. 1986. pupuk dan Pemupukan. Penerbit CV. Simplex Jakarta.

Stirn, J., 1981. Manual Methods in Aquatic Environment Research . Part 8. Ecological Assessment of Pollution Effects. FAO, Rome. 70 p.

Wardoyo TH dan Djokostyanto D. 1988. Pengelolaan Kualitas Air di Tambak Udang. Fakultas Perikanan. IPB. Bogor.

Widjaya, F. Suwingnyo,S., Yulianda, F dan Effendi, H. 1994. Komposisi jenis, Kelimpahan dan Penyebaran Plankton Laut di Teluk Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Laporan Penelitian. Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor.

Yamaji, I., 1976. Illustration of the marine plankton of Japan. Hoikusha Publishing Co. Ltd. 369 p.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter