KONSEP PENGEMBANGAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS DI KAWASAN LAKKANG KOTA MAKASSAR

Rohana Rohana

Abstract


Konsep Pengembangan Pemukiman Berbasis Komunitas di Kawasan Lakkang menjadi salah satu tujuan untuk memacu perkembangan sosial masyarakat dan mengurangi kesenjangan tata guna lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Menurut Chaprin, perencanaan wilayah (regional planning) adalah upaya intervensi terhadap kekuatan-kekuatan pasar dalam konteks pengembangan wilayah yang memiliki tiga tujuan pokok yakni meminimalkan konflik kepentingan antar sektor, meningkatkan kemajuan sektoral dan membawa kemajuan bagi masyarakat secara keseluruhan. Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas merupakan bentuk stimulan bagi keberhasilan masyarakat di Kelurahan Lakkang. Kegiatan tersebut secara substansi merupakan implementasi konsep bersama atau kemitraan dengan program skala yang kecil, seperti kelurahan. Melalui program tersebut, diharapkan terjadi proses pembelajaran, penataan dan kelembagaan mitra yang bersinergi antara masyarakat, pemerintah kelurahan dan kelompok sosial setempat. Dari beberapa penjelasan tersebut, terdapat beberapa masalah diantaranya: Bagaimana merencanakan pengembangan untuk membangun sarana dan prasarana yang baik, mewujudkan lingkungan fisik yang sehat, tertib, selaras dan mandiri serta nyaman? dan  Bagaimana konsep pengembangannya, ditinjau dari aspek perencanaan?. Dari permasalahan tersebut, digunakan metode penelitian secara pembahasan, tahap pelaksanaan dan tahap kawasan prioritas. Sehingga diperoleh hasil:  beberapa kondisi yang dilihat dari lokasi tersebut, secara umum struktur bangunan rumah di Kelurahan Lakkang adalah rumah tinggal yang bertipe bugis Makassar (panggung). Begitupun pada kawasan prioritas, mayoritas jenis rumah yang terdapat di kawasan prioritas ini adalah rumah panggung, namun sebagian masyarakat sudah merenovasi rumahnya dengan menambahkan ruang dibawah bangunan panggung sebagai bangunan tinggal permanen.  Konsep pengembangannya ditinjau dari aspek perencanaan yang dikaji berdasarkan hasil analisis diatas, menghasilkan konsep Pengembangan Wilayah Terpadu, Konsep ini menekankan kerjasama antar sektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di daerah-daerah tertinggal. Untuk menentukan daerah-daerah yang tertinggal, terdapat berbagai indikator yang digunakan, antara lain Perekonomian masyarakat, Sumber daya manusia  Kemampuan finansial, Aksesibilitas; dan  Karakteristik geografis

Keywords


Kelurahan Lakkang, Komunitas, Konsep Pengembangan

Full Text:

PDF

References


Adity, M. 2012. Perencanaan kelurahan lakkang menuju kawasan wisata berbasiskan kearifan lokal dan lingkungan yang layak huni (ekowisata), Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Hasanuddin. Makassar.

Direktorat Pengembangan Permukiman, 2015. Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP), Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.

Muliawan, A. 2011. Konsep Perencanaan dan Pengembangan Wilayah.

http://awanpwk09.blogspot.co.id/2011/04/konsep-perencanaan- pengembangan-wilayah_28.html, diakses 20 Desember 2016.

Mujimin. 2007. Penyediaan Fasilitas publik yang manusiawi bagi aksesibilitas difabel. Yogyakarta: Dinamika Pendidikan.

Prastowo, U. 2017, Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas di Desa Jomblang dan Tegalrejo, Dukuh, Sukoharjo dengan Pendekatan Green Architecture, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pemerintah Kota Makassar, 2015. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Potensi daya tarik Wisata Bahari kota makassar, Makassar

Primack, H.S., (1983), “Method of Stabilizing Polyvalent Solutions”, U.S. Patent No. 4,373,104.

Shirvani, H. (1985). The Urban Design Process. Jakarta: Erlangga.

Wandang, F. (n.d.). https://penulisinspirasi.blogspot.com/2014_11_01 archive, diakses 20 Desember 2016.

https://id.wikipedia.org/wiki/Lakkang,_Tallo,_Makassar, Profil Kelurahan Lakkang, diakses 20 Februari 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.