STRATEGI STUDENT TEAMS’ ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD,) DALAM MENINGKATKANKEMAMPUAN MENULISNARASISISWA SMK TELKOM MAKASSAR

B. Syukroni Baso

Abstract


 

Berdasarkan hasil pencermatan penulis bersama guru mata pelajaran bahasa Indonesia, ternyata kemampuan menulis siswa kelas X SMK Telkom Makassar masih tergolong rendah. Padahal, kemampuan dibidang ini sangat bermanfaat dalam menunjang kemampuan berbahasa siswa, dan terlebih lagi dalam menghadapi ujian nasional dengan tipe soal yang sudah mengarah pada aspek penggunaan bahasa. Oleh karena itu, kemampuan menulis sangat penting dan mendesak dikuasai siswa. Menurut hasil diagnosis penulis bersama guru mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya kelasX Telkom Makassar, ternyata akar penyebab masalah ini dapat diidenfikasi sebagai berikut (1) siswa sangat jarang diberikan kesempatan mengembangkan kemampuan menulis karangan narasi, (2) siswa lebih sering disuruh menghafal jenis-jenis paragraf, tanpa diminta mencoba menulis paragraf, (3) pelajaran menulis masih ditakuti siswa, (4) pelajaran menulis membosankan bagi siswa. Oleh karenaitu,Tujuan penelitian ini adalah, menarasikan implementasi pembelajaran kooperatif secara efektif, teristimewa bagaimana upaya peningkatan kemampuan menulis narasi siswa kelas X SMK Telkom Makassar melalui strategi student learns achievernent divisions (STAD) yaitu strategi pembagian prestasi keompok siswa. Kelompok tim yang berprestasi diberi hadiah atau penghargaan itu dilaksanakan pada tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi pembelajaran. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) secara sadar menciptakan interaksi yang silih asah (saling mencerdaskan) sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar tetapi juga interaksi sosial diantara sesama siswa. Hal itu membuat siswa tetap berada dalam interaksi silih asih (saling mencintai). Pembelajaran kooperatif secara sadar dan sengaja mengembangkan pula interaksi yang dapat menyebahkan permusuhan (Nurhadi. 2004:61). Tes awal siswa kelas X SMK Telkom Makassar, mengisyaratkan bahwa perlu ada bantuan (1) meningkatkan kemampuan menuangkan gagasan dalam pembelajaran menulis narasi pada tahap pramenulis, (2) pembelajaran menulis narasi pada tahap menulis, (3) pembelajaran menulis narasi pada tahap pascamenulis, sehingga perlu dilaksanakannya menulis narasi. Kegiatan itu sebagai upaya peningkatkan kemampuan menulis narasi dalam cooperative learning.

Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi positif yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal yakni (I) saling ketergantungan pencapaian tujuan, (2) saling ketergantungan dalam menyelesaikan tugas, (3) saling ketergantungan bahan atau sumber, (4) saling ketergantungan peran, dan (5) saling ketergantungan hadiah.Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan pada tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi secara berdaur ulang dan kolaboratif sehingga implikasi praktis yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam perbelajaran.

Data penetitian adalah kegiatan pengamatan, wawancara, catatan lapangan serta aktivitas guru dan siswa termasuk hasil evaluasi belajara siswa. Peneliti berperan sebagai instrumen. Instrumen penunjang berupa pedoman.


References


khadiah, S . 2001. Maleri Pokok Menulis I. Jakarta: U4lRersitas Terhuka.

khadiah, S., Arsyad, M.G., & Ridwan, S. 1988. Kemampuan Menulis Baha

Indonesia. Jakarta: Erlangga

Aminuddin, 1996. Pendekatan dan Pengajaran Bahasa dan Sastra. 1PS IKIP Malang.

.rikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendelcatan Prakiek. Jakarta Rineka Cipta.

Bogdan, R. C. & Bikien, S. K. 1992. Qualitative Re.searchfor Education: An

Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon.

Chomsky, N. 1971. Language and Mind. New York: Harcourt Brace Javanovich.

Clay, M. 1975. What did I Write? Beginning Writing Behaviour. Portsmouth, NI-I:

Heinemann

Cleary, L., M. &Linn,.M. D. 1993. Linguisricfor Teachers. New York: Mc Grav Hill.

Cohen, L. and Linn, M.D. 1986. Linguistics for Teachers. New York: Mc Graw lull.

Cohen, L. & Manion, L. 1989. Research Methods in Education. London: Ne l’ctcr Lane

Combs, M. 1996. Developing Competent Readers and Writers in the Primary Grades.

NIerriI, an imprint of Prentice 1-lall [ng1ewood Cliffs, New ersey:

Columbus Ohio.

Cox, Carole., & Zarrilo, J. 1993. Teaching Reading with Children Literature. Ncw

York: Macrnlilian Publishing Company.

Crawley, S.J.,& Mountain, L.H. 1988. Strategies jir Guiding content Reading.

Boston: Allyn and Bacon

Culinan, B. E. 1989. Literature And The Child Second Edition. New York:

Harcourt Brace Javanovich, Publishers.

Darwis, M. D. 2004. PenerapanStrategiInkuiridalarnMeningkaikinPc,nhclujaran

Menulis Paragraf Narasi di Kclas II SLTP Negeri 2 Dolo Sulawesi

Terigah. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.




DOI: http://dx.doi.org/10.26618/jk.v5i1.1339

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter