DIVERSIFIKASI PANGAN KHAS PANGANAN JAGUNG DAN PENGEMBANGAN KERAJINAN TANGAN BERBAHAN DASAR SAMPAH JAGUNG PADA MASYARAKAT DESA PAKKATTO KABUPATEN GOWA MENUJU DESA UNGGUL DAN MANDIRI

Syamsul Alam, Haslinda Haslinda

Abstract


Pembinaan masayarakat desa khususnya di bidang ekonomi, dianggap penting untuk meningkatkan taraf hidup masayarakat desa. Faktor ekonomi merupakan suatu tolak ukur yang pas untuk menentukan tingkat kesejahteraan masayarakat, khususnya di pedesaan.mencukupi kebutuhan dasar mereka.Desa Pakatto merupakan sebuah desa agraris yang terletak di jalan poros Malino, kecamatan Bontomarannu, kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hampir seluruh masyarakatnya berkebun dan bertani (88,7 %). Salah satu komoditas utamarubah desa ini adalah jagung pulut atau lebih dikenal dengan jagung ketan. Jagung ini sangat legit dan manis. Sudah puluhan tahun tradisi menjual jagung rebus di pinggir jalan dilakoni oleh ibu-ibu petani. Sayangnya, mereka hanya fokus menjual jagung dengan cara direbus saja atau dijual mentahnya. Padahal buah jagung bisa dibuat panganan yang nilai ekonominya lebih tinggi serta sampah jagung (daun dan batangnya) yang mereka sering buang ke sungai dan bisa menyebabkan banjir, bisa dimanfaatkan untuk kerajinan tangan dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Hal ini lah yang menjadi fokus tim untuk memilih desa Pakatto sebagai desa binaan pelaksanaan IbM. Dari hasil realisasi yang berjalan, Tim telah melakukan pembinaan yang berkelanjutan kepada ibu-ibu penjual jagung, ibu-ibu PKK dan organisasi kepemudaan di desa tersebut untuk melatih mereka dalam pembuatan berbagai panganan sehat dan kerajinan tangan khas jagung yang bisa menjadi ciri khas dari desa ini. Sehigga nantinya mereka tidak hanya menjual jagung rebus saja, tapi menghasilkan produk-produk kerajinan tangan dan makanan sehat berbahan dasar jagung yang lebih menarik dan kreatif yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Program ini pula telah berhasil merubah desa Pakkatto yang semula hanya menjadi tempat persinggahan pengendara saja, kini telah menjadi desa tujuan wisata kuliner sehat bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara, serta menjadi pusat industri kecil kerajinan tangan berbahan dasar sampah jagung yang meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Untuk tetap mendukung program ini, tim kerja telah memperluas pemasaran produk mereka dengan bekerjasama dengan toko-toko kerajinan di kota Makassar sebagai mitra dan juga pemasaran secara on-line. Untuk tmencapai target luaran yang lebih maksimal, maka program ini akan selalu dilaksanakan secara sistematis mulai dari observasi dan identifikasi masalah, pelaksanaan, dan evaluasi program.

Keywords


Diversifikasi Pangan, Panganan Jagung, Kerajinan Tangan, dan Berbahan Dasar Sampah Jagung

Full Text:

PDF

References


Amina. 2000. Indikator Kesejahteraan Masyarakat Desa. Surabaya: Pelita.

Anonim. 2011. Prinsip Dasar, Tujuan, Fungsi, Teknik, Prosedur Evaluasi Pendidikan. Diunduh tanggal 30 Maret 2012 dari http://sylvie.edublog.org.

Nasir. 2011. Evaluasi, Pengukuran, Tes, dan Penilaian (Tujuan, Pendekatan, dan Ruang Lingkupnya). Diunduh tanggal 30 Maret 2012 dari www.wikiberita.net.

Hariono, Muhaimin. 2009. Menuju Desa Mandiri Produktif. Makassar: LP3M Universitas Muslim Indonesia

Rahmat Ha Pe. 2011. Syarat-Syarat Alat Ukur Hasil Belajar. Diunduh tanggal 30 Maret 2012 dari www.blog-indonesia.com.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 BERKEMAJUAN : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter