Islam, Media, dan Politik : Sebuah Perdebatan dan Kontempelasi Nilai Berdemokrasi

Idil Akbar

Abstract


Infact, press or media is one of pilar democracy. Media in democracy is a public sphere to communi-cation and makes relation, and a same time as public arena to gain information. But, media also could not release from streotypes and tendency that usually bring of interest, either the owner or ideology. It is meaning media can not released from perspective distorsion, values bias and take a side. Media also effective to become propaganda instrument for a political interest and an ideology. It is seen like how media in US, for example, stereotype of Islam in discourses contradiction and glob-al interest opposition. Then, Islam dominantly identified as doctrine teaches radicalism, fundamen-talism and terorism. Thus, it is often be justification for US to operate the military mission in the name of democracy.

Tak dipungkiri pers atau media menjadi salah satu pilar bagi demokrasi. Media dalam demokrasi adalah sebagai ruang bagi publik berkomunikasi dan berinteraksi, sekaligus sarana publik mem-peroleh informasi tentang banyak hal. Namun, media juga tak bisa dilepaskan dari stereotip dan kecenderungan-kecenderungan, yang biasanya membawa kepentingan, baik pemilik maupun ide-ologi. Media karenanya tak lepas dari distorsi perspektif, bias nilai dan berpihak. Media juga efektif menjadi alat propaganda bagi sebuah kepentingan politik dan ideologi, seperti bagaimana media di negara Amerika, misalnya, menstereotipkan Islam dalam analisis pertentangan wacana dan kepent-ingan global. Sehingga, dominan Islam diidentikkan dengan sematan sebagai ajaran yang mengajarkan radikalisme, fundamentalisme dan terorisme. Karenanya pula seringkali menjadi alasan pembenar bagi Amerika untuk menjalankan misi militer atas nama demokrasi.


Keywords


democracy; media and islam; political global; stereotype of islam; demokrasi; media dan islam; politik global; stereotip islam

Full Text:

PDF

References


Bey, Arifin. 2003. Beyond Civilizational Dialogue: A Multicultur Symbiosis in The Service of World Politics. Jakarta: Paramadina.

Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Pustaka Gramedia Utama.

Chilcote, Ronald. 2007. Teori Per-bandingan Politik: Penelusuran Paradigma (terj). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Gaffar, Afan. 2000. Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Habermas, Jurgen. 1989. The Theory of Communicative Action, Vol. 2, terj. Thomas McCarthy, Boston Beacon Press.

Huntington, Samuel. 1975. Michel Crozier dan Joji Watanuki, The Crisis of De-mocracy: Report on Governability of Democracies to Trilateral Commis-sion. New York University. New York.

Latif, Yudi. 2009. Requiem Dini, Krisis Fi-nansial dan Krisis Demokrasi. Jurnal Prisma, LP3ES, Vol. 1.

Lay, Cornelis. 2006. Involusi Politik: Esei-Esei Transisi Indonesia, PLOD UGM, Yogyakarta.

Mas’oed, Mohtar. 1994. Negara, Kapital dan Demokrasi. Yogayakarta: Pustaka Pelajar.

Montesquieu. 1993. Membatasi Kekuasaan: Telaah Mengenai Jiwa Undang-Undang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Said, Edward W. 2002. Covering Islam. Yogyakarta: Jendela.

Siregar, Ashadi. 2006. Etika Komunikasi. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Sudibyo, Agus. 2009. Rekolonisasi Ruang Publik: Anomali Dunia Penyiaran Pasca 2002. Prisma Vol 1, LP3ES.

Suhelmi, Ahmad. 2007. Pemikiran Politik Barat: Kajian Sejarah Perkembangan Pemikiran, Negara, Masyarakat dan Kekuasaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Susilo, Taufik. 2009. Mengenal Amerika Serikat. Yogyakarta: Garasi.




DOI: https://doi.org/10.26618/ojip.v6i2.270

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Creative Commons License

Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
 
View My Stats